• iconJln Taman Siswa Padang No.9

iconfeunitas@gmail.com

icon

Need Help? call us free

(0751) 40020
No Images

Butuh Lebih Banyak SDM Berkualitas

Di tengah gap antara ketersediaan dan kebutuhan SDM, serta pemberlakuan MEA, Indonesia berpotensi menjadi pasar bagi tenaga kerja dan pengusaha informasi geospasial dari negara tetangga. Sampai saat ini, kebutuhan SDM bidang informasi geospasial (IG) belum tercukupi. Data Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat, SDM IG hanya sekitar 11.084 orang, sedangkan kebutuhan ideal tahun ini mencapai 33.353 orang. Kebutuhan itu di antaranya untuk menyusun peta dasar sebagai implementasi kebijakan satu peta (KSP) dan pembuatan sejumlah peta tematis. Dari SDM yang ada itu, 82 persen di antaranya berada di Jawa. Dari 107 perusahaan bidang IG, juga mayoritas terpusat di Jawa. Di sisi lainnya, kebutuhan di luar Jawa sangat tinggi untuk pemetaan wilayah, antara lain membuat rencana tata ruang dan wilayah,” papar Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSIKG) BIG, Suprajaka beberapa waktu lalu. Selain itu, dukungan SDM IG juga diperlukan untuk menangani berbagai masalah lainnya, seperti tumpang tindih perizinan pemanfaatan ruang dan sertifikasi tanah. “Peluang untuk membuka perusahaan yang menangani bidang IG di luar Jawa masih sangat terbuka lebar. Industri-industri seperti perminyakan dan gas, serta pertambangan dan perkebunan, banyak membutuhkan SDM geografi,” lanjut Suprajaka. Di tengah kesenjangan antara ketersedia-an dan kebutuhan SDM, Indonesia juga harus menghadapi kenyataan untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karena MEA, arus barang dan tenaga kerja tidak lagi ada hambatan. Tanpa antisipasi dini dan langkah penguatan yang tepat, bukan tidak mungkin SDM IG dalam negeri akan kalah bersaing dengan tenaga IG asing. Sumber: Majalah Sains Indonesia Edisi 62