• iconJln Taman Siswa Padang No.9

iconfeunitas@gmail.com

icon

Need Help? call us free

(0751) 40020
No Images

Seminar Regional 2017

Berdasarkan Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index (GCI), WEF menunjukkan bahwa posisi Indonesia berada di peringkat 50 dari 144 negara pada periode tahun 2012 – 2013. Posisi ini relatif memburuk dibandingkan dengan periode sebelumnya (2011-2012) yakni di peringkat 46 dari 142 negara, dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan periode 2010-2011 yang berada pada peringkat 44 dari 139 negara. Peranan usaha kecil dan menengah sangat besar bagi perekonomian Indonesia dan keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi secara nasional, dimana usaha kecil dan menengah dapat berperan sebagai penggerak perekonomian nasional, hal ini terlihat jelas sejak terjadinya krisis di Indonesia pada tahun 1997. Pasca krisis, sejumlah industri dan perusahaan besar mengalami kebangkrutan tetapi sebagai pelaku ekonomi dengan skala usaha lebih kecil, UKM dapat bertahan dan melanjutkan usaha. Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bahwa perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi dan berpihak pada rakyat. Selaras dengan pasal 33 UUD 1945 serta GBHN Tahun 1999 menekankan berjalannya demokrasi ekonomi dengan meningkatkan kemampuan koperasi dan usaha kecil serta menengah. Amanat GBHN tahun 1999 tersebut tersurat dalam arah kebijakan ekonomi butir II, yaitu memberdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien, produktif, dan berdaya saing dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan peluang usaha yang seluas-luasnya. Arah kebijakan ekonomi butir II merupakan dukungan perkuatan kepada pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, perlindungan dari persaingan yang tidak sehat, memberikan pendidikan dan pelatihan, informasi bisnis dan pelatihan, dukungan teknologi, permodalan, dan lokasi usaha yang strategis. Upaya peningkatan daya saing UKM pada tingkat menteri tercerrmin dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 71/Kep/Meneg/VII/2000 tentang Pedoman Kelembagaan UKM dengan sasaran menghasilkan koperasi dan UKM yang memiliki daya saing dan meningkatkan kemampuan Koperasi dan UKM melalui pengembangan komoditas unggulan. Selanjutnya pada tataran strategis, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun Rencana strategis Pembangunan UMKM. Sektor ekonomi kerakyatan tidak dapat dianggap kecil, tetapi dapat dipandang sebagai suatu potensi yang besar. Upaya yang dapat dilakukan agar UKM memiliki daya saing, antara lain dengan menjalin kerjasama dengan usaha besar atau sesama UKM, penciptaan keunggulan kompetitif, manajemen yang tepat, teknologi tepat guna, dan inovasi yang berkesinambungan. Untuk mewujudkan itu semua Perguruan Tinggi merupakan salah satu institusi yang berkewajiban untuk berkontribusi melalui kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh Dosen dan mahassiswa. Berkenaan dengan hal tersebut, maka Fakultas Ekonomi Unitas Padang akan melaksanakan kegiatan Seminar berskala Regional dengan tema Meningkatkan daya saing UMKM dalam menyongsong pasar global pada hari Kamis, 27 April 2017 yang bertempat di Hotel Hayam Wuruk, Padang. Adapun tujuan dari kegiatan seminar ini adalah untuk memberikan saran dan masukkan kepada seluruh pelaku UMKM baik pemerintah, lembaga masyarakat, ataupun masyarakat penggiat UMKM dalam menumbuh kembangkan Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta memperkuat daya saing UMKM tersebut dalam menghadapi persaingan Global. Dan juga diharapkan hasil riset perguruan Tinggi dapat terpublikasi ke masyarakat serta riset tersebut mampu memberi manfaat bagi masyarakat.