• iconJln Taman Siswa Padang No.9

iconfeunitas@gmail.com

icon

Need Help? call us free

(0751) 40020
No Images

Seminar Sehari dan FGD Pengurangan Resiko Bencana

Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang rawan bencana alam, baik yang diakibatkan oleh faktor alamiah maupun manusia. Bencana alam yang rawan terjadi di Sumatera Barat yaitu gempa bumi, tsunami, pergerakan tanah, longsor, banjir, abrasi, badai, angin kencang, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan. Bencana alam sebagian besar mengakibatkan kerugian berupa korban jiwa, fisik (bangunan, infrastruktur), sosial, ekonomi, dan psikis. Resiko kerugian ini dapat diminamilisir dengan cara mengurangi dampak yang ditimbulkan melalui manajemen dan peningkatan kapasitas wilayah dalam menghadapi bencana. Kegiatan pengurangan resiko bencana (PRB) melibatkan multisektor dan multdisiplin ilmu, oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan tersebut.

Perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjalankan tugas dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memiliki andil dalam pengurangan resiko bencana. Hal ini terbukti dengan dibentuknya Forum Perguruan Tinggi Untuk Pengurangan Resiko Bencana (FPT-PRB) di Jakarta pada 11 November 2008. Pembentukan FPT-PRB di wilayah Sumatera Barat dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2017. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Balairung Caraka Universitas Bung Hatta yang diawali dengan Seminar Sehari dengan tema Awareness Raising Pengurangan Resiko Bencana di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini selain dihadiri oleh 23 perguruan tinggi di Sumatera Barat, juga dihadiri oleh instansi pemerintahan seperti BMKG, BPBD, PU, Pemerintah Daerah serta perusahaan yang fokus dalam bidang kebencanaan seperti TATTs, Mercy Corps, Pirac, dan Sekolah Fund Raising.

Universitas Tamansiswa Padang mengutus Sekretaris Penjaminan Mutu, Dedy Fitriawan, M.Si untuk menghadiri kegiatan tersebut. Universitas Tamansiswa Padang melalui kegiatan ini juga memiliki komitmen dalam PRB, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Komitmen ini dibuktikan dengan dibukanya program studi Geografi yang mulai menerima mahasiwa angkatan 1 (pertama) pada semester gasal 2017. Prodi Geografi memiliki visi untuk menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan dalam penerapan dan pengembangan metodologi, teknologi dan seni pada bidang geospasial di Region Sumatera yang mendukung pembangunan dan memperhatikan aspek keberlanjutan, fakta wilayah dan kesiagaan bencana dalam rangka peningkatan daya saing bangsa hingga tahun 2026. Selain itu, Universitas Tamansiswa Padang juga akan mendirikan Pusat Studi Bencana dan mendapatkan dukungan penuh dari Rektor, Bapak Dr. Ediwirman, SP., MP. Pembentukan pusat studi bencana ini juga harus diiringi dengan tersedianya kapasitas universitas berupa kelembagaan, sumber daya manusia, infrastruktur dan fasilitas, kegiatan/program dan sumber daya keuangan.